Gareth Southgate : Inggris harus Contoh Jerman

Berita Harian SepakBola : Gareth Southgate : Inggris harus Contoh Jerman

Agen Bola – Pelatih Tim nasional Inggris Gareth Southage mengatakan bahwa Inggris harus mencontoh Jerman pada tahun 2006 yang lalu, dan sejak saat itu mereka mulai membuat kemajuan.

Pada 12 tahun yang lalu Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia, dan setelah dua kali berturut turut itu tersingkir pada babak fase grup di Euro 2000 dan 2004, meski demikian mereka sempat berhasil mencapai final Piala Dunia 2002.

Akan tetapi Inggris dibawah asuhan kepelatihan Jurgen Klinsmann berhasil meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 2006. Jerman kemudian berhasil menembus semifinal pada lima turnamen turnamen besar berikutnya, mereka berhasil menjuarai Piala Dunia pada 2014 dan secara mengagetkan ia harus keluar begitu cepat di fase grup Piala Dunia 2018.

Gareth Southage juga berharap jika tim muda inggris dapat melihat Jerman sebagai contohnya. ” Saya mengingat Jerman pada tahun 2006, dan sepertinya kami juga berada pada posisi yang sama ,” Ucap Southage.

“Mereka telah terhubung kembali dengan para penggemar serta menunjukan tanda tanda kemajuannya yang n yata. Mereka akan terus maju dan berlanjut hingga tahap terakhir. Merekajuga masih membutuhkan delapan tahun lagi untuk meraih kemenangan, tetapi seharusnya ini akan menjadi ambisi kami,” lanjutnya.

“Kami juga meminta para tim untuk mencari banyak cara untuk terus bekerja, dan mereka telah melakukan itu. Mereka juga telah membuat banyak kali terobosan di semua turnamen yang ada. Kami akan terus menghancurkan penghalang dan membuat sejarah kami sendiri,” Ucap pelatih tersebut.

“Sudah banyak pemain datang dengan modal untuk membela timnas sebanyak empat atau lima kali. Ada begitu banyak yang harus kami bangun sekarang dan kami juga harus melakukannya itu,”

Baca Juga : Gugur Di Piala Dunia, Gary Cahill Berencana Pensiun

Inggris telah mencapai semifinal Piala Dunia pertama kalinya sejak tahun 1990 dibawah asuhan Gareth Southage, yang kalah melawan Kroasia di menit perpanjangan waktu dengan skor akhir 1-2.

Meskipun kecewa atas hasil yang diraih dan gagal mencapai Final pertama mereka dalam 52 tahun terakhirnya, namun pelatih tersebut sangat bangga dan mengatakan bahwa turnamen ini mereka akhiri dengan hasil yang terbaik.

“Kami ingin meraih kemenangan di setiap pertandingan.Semangat di dalam grup itu terjadi benar benar baik. Kami juga perlu melihat apakah kami harus menambahkan beberapa energi lagi kedalam timnya” ucapnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *